Panduan Cara Menggunakan Scan Tools ( Scanner ) Merek G-Scan 2

cara mengunakan scan tools merek g-scan 2


Pada mobil - mobil yang sudah menggunakan teknologi penyemprotan injeksi yang mengandalkan ECU, maka untuk mengetahui kerusakan yang terjadi bisa menggunakan Scan Tool atau Scanner. Scan tools menjadi alat penting yang harus dimiliki oleh bengkel atau teknisi yang berspesialis menerima perbaikan mobil - mobil Electronic Fuel Injection ( EFI ).

Untuk menemukan kerusakan pada mobil EFI memang tidak harus dengan Scan tool, ada beberapa cara tradisional yang bisa digunakan seperti menjumper terminal pada On Board Diagnosis ( OBD). Namun, ini sangat beresiko dan rawan menimbulkan kerusakan jika salah menjumper terminal pada OBD. Selain itu, cara tradisional juga tidak dapat sepenuhnya digunakan untuk menemukan setiap kerusakan dan tidak dapat diaplikasikan pada semua merek mobil.

Kami pernah membahas pada artikel sebelumnya mengenai memunculkan kode eror dengan scan tool dan dengan motode jumper ( konvensional ) pada mobil avanza.


Dengan adanya Scan Tools, teknisi akan sangat terbantu dalam menangani trouble shooting yang sedang terjadi pada kendaraan yang diperbaiki. Selain itu, data - data kinerja setiap sensor dan actuator juga akan mudah diketahui pada data current sehingga ini bisa menjadi analisa yang kuat untuk mengetahui masalah yang terjadi.

Secara umum, penggunaan scan tool yang sering digunakan untuk mengetahui kerusakan yang terjadi pada managemen mesin ada 2 yaitu DTC ( Data Trouble Code ) dan Current Data. Jadi pada artikel ini kami hanya akan membas kedua hal tersebut yang kami sajikan dalam bentuk panduan cara menggunakannya pada scan tools merek G-Scan 2. Oh ya, cara ini juga dapat digunakan untuk merek scan tools yang lain, karena cara  penggunaan setiap merek Scan Tools tidak jauh berbeda satu dengan yang lain.

Panduan Menggunakan  Mode DTC ( Diagnosis Trouble Code )

Mode ini digunakan untuk langsung mengetahui kerusakan yang sedang terjadi atau pernah terjadi pada mesin kendaraan yang sedang diperbaiki. ECU selain sebagai komponen utama yang mengatur setiap kerja aktuator juga sebagai penyimpan data kerusakan ( fail safe ). Selama data kerusakan pada ECU belum pernah dihapus maka itu akan terbaca pada mode DTC di Scan Tools. 

  • Pastikan Scan Tools dalam kondisi OFF sebelum  di pasang pada OBD
  • Scan Tools yang sudah terpasang kabel selanjutnya colokkan pada OBD di kendaraan. Letak OBD tidak jauh - jauh di bagian bawah roda kemudi. 
cara menyambungkan ODB ke scan tools

  • Setelah Scan Tools  tepasang pada soket OBD, biasanya lampu  pada scan tools akan hidup berwarna merah. Setelah itu  pencet tombol ON tersebut dan lampu akan berubah menjadi warna biru. Dengan demikian, Scan Tools sudah pada mode ON dan tunggu beberapa detik hingga proses loading selesai. 
perbedaan TDC dengan data current
  • Pada tampilan utama ada 4 Mode pilihan yang bisa kita gunakan, namun seperti yang telah kami sebutkan diatas bahwa hanya akan dibahas 2 mode saja ( DTC dan Current Data ). Untuk memilih mode DTC maka pencet menggunakan jari tangan atau pulpen plastik yang tersedia pada scan tools. 
memilih DTC scan tools

  • Setelah DTC dipilih maka pada layar Scan Tools langsung tertera tabel kerusakan yang sedang terjadi. Jika pada tabel tersebut kosong ( tidak menampilkan data ) maka tidak terjadi kerusakan pada sensor. 
Itulah panduan cara menggunakan Scan Tools pada mode DTC. Pada mode ini scan tools hanya akan mendeteksi dan menampilkan kerusakan pada managemen mesin. Ingat ya, kerusakan pada mesin bukan pada sistem yang lain. 

Jadi misalkan ada kerusakan pada sensor yang berkaitan dengan chasis, menggunakan mode DTC tidak dapat ditampilkan. 


Panduan Menggunakan  Mode Current Data

Mode current data adalah mode yang digunakan untuk melihat kinerja setiap sensor atau actuator secara real ( terkini ). Kebanyakan data ini digunakan sebagai referensi analisa untuk menguatkan jenis kerusakan yang terjadi. 

Kami akan mengambil contoh, misalkan pada mode DTC terbaca kerusakan pada sensor THW ( Temperatur Hot Water ). Setelah dicoba untuk dihapus ternyata tetap tidak merespon dan lampu enggine tetap menyala. 

Untuk meyakinkan bahwa sensor THW rusak maka lihat pada data curren sensor THW apakah sensor tersebut dapat membaca suhu air pendingin mesin ? jika ternyata hasil pembacaan 0 ( nol ) derjat sedangkan mesin sudah bekerja dalam waktu lama maka kesimpulan sementara sensor THW bermasalah.  Nah data 0 ( nol ) derajat pada current data inilah sebagai penguat analisa kerusakan pada sensor THW.

Berikut panduan cara memilih mode current data  : 

  • Pilih Current Data
memilih data current pada scan tools

  • Karena mobil yang kami gunakan adalah Toyota Calya, maka yang dilipih adalah Toyota. 

memilih merek mobil pada scan tools

  • Pilih Toyota Internasional, selanjutnya pilih yang 16 Pin ( OBD II memiliki pin berjumlah 16 )
OBD II memiliki 16 pin


  • Pilih Cureent Data yang akan dilihat / diperiksa. Pada Scan Tools terdapat banyak pilihan seperti Power Train, Chasis, Body dan Customize. Catatan : Biasanya tidak semuanya sistem mendukung untuk membaca data current. 
sistem pada current data
  • Setelah Anda memilih salah satu sistem yang akan dibaca maka akan muncul data - data current secara real. 
contoh current data


Scan Tools merek G - Scan 2 adalah Scan Tools after market yang bisa digunakan oleh beragam merek mobil. Salah satu kelemahan Scan Tools Aftermarket terkadang tidak mendukung untuk mengetahui secara lebih detail data atau kerusakan pada merek - merek mobil tertentu. 

Namun demikian beberapa Scan Tools ini kwalitasnya bisa menyamai Scan Tools bawaan merek mobil tertentu dengan cara melakukan update. Update Scan Tools after market bisa dilakukan dengan cara menghubungi toko dimana Anda membeli alat ini. Biaya yang dibutuhkan juga terkadang relatif mahal pada kisaran 3 - 5 juta. 

0 Response to "Panduan Cara Menggunakan Scan Tools ( Scanner ) Merek G-Scan 2"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel