Data List Dan Active Test Toyota Avanza Dan Daihatsu Xenia

data list dan active test avanza xenia

lksotomotif.com - Mesin - mesin yang  menggunakan teknologi kontrol elektronik ( Electronic Fuel Injection ) memiliki sistem yang bekerja saling berkaitan antara sensor yang satu dengan lainnya. Kerusakan yang terjadi pada salah satu sensor atau aktuator akan berimbas pada kinerja mesin.

Untuk mendeteksi kerusakan pada part yang rusak, umumnya mekanik akan memeriksa satu persatu atau melepasnya. Namun itu adalah cara konvensional yang tidak harus dilakukan karena tidak efisien. 

Adapun cara paling efisien dalam menangani kerusakan mesin Avanza dan Xenia adalah dengan melihat data list dan active test. Data list adalah data actual bekerjanya setiap sensor dan aktuator yang ditampilkan pada Intelegen tester ( scan tool ). 

Sedangkan active test adalah proses  pengetesan kerja komponen aktuator ( ON dan OFF ) dengan menggunakan intelegen tester ( scan tool ). 

A. Data List Toyota Avanza Dan Daihatsu Xenia

Dengan membaca Data List yang ditampilkan pada Intelligent tester ( Scan tool ) , nilainya dapat diperiksa, termasuk beberapa switch, sensor, dan actuator, tanpa melepas part apapun. Membaca Data List sebagai langkah pertama dalam troubleshooting adalah salah satu metoda untuk memperpendek waktu diagnosa.

Dalam tabel di bawah ini, daftar nilai dalam Kondisi Normal hanya merupakan referensi saja. Jangan semata-mata tergantung pada nilai-nilai ini ketika menentukan rusak tidaknya part.

Yang perlu dilakukan sebelum melakukan Data List

  • Panaskan mesin.
  • Putar switch pengapian ke OFF.
  • Hubungkan intelligent tester ke DLC3.
  • Putar switch pengapian ke-ON dan hidupkan tester ke-ON.
  • Pilih menu item berikut ini: Powertrain / Engine / Data List.
  • Periksa hasilnya dengan referensi ke tabel di bawah ini.


Display Tester
Item/Range Pengukuran
Kondisi Normal *1
Catatan Diagnosis
Injector
Periode injeksi silinder No. 1 /
Min.: 0 ms
Maks.: 32,64 ms
1,4 sampai 2,5 ms: Idling saat mesin dingin
1,0 sampai 1,8 ms: Idling dengan pemanasan mesin
-
IGN Advance
Timing pengapian advance untuk silinder No. 1 /
Min.: -64°
Maks.: 63°
0 sampai 10° BTDC:
Idling (posisi netral)
-
Knock corr. advance angle
Nilai koreksi kontrol knock:
Min.: 0°CA
Maks.: 90°CA
0 sampai 3°CA: Idling
-
IAC Duty Ratio
Duty ratio katup kontrol putaran idle:
Min.: 0 %
Maks.: 100 %
6 sampai 14 %: Idling (OFF A/C, Posisi netral)
20 sampai 60 %: Idling (A/C ON, Posisi netral)
-
IAC Learning Value
Learned Idle Speed Control (ISC) valve step value:
Min.: 0 %
Maks.: 100 %
6 sampai 14 %: Idling
-
IAC Step POS
Idle Speed Control (ISC) step position saat ini:
Min.: 0
Maks.: 255
-
-
AFM
Tekanan (absolute) intake manifold:
Min.: 0 kPa
Maks.: 255 kPa
70 sampai 104 kPa: Switch pengapian ON (Mesin tidak dihidupkan)
20 sampai 40 kPa: Idling
-
PIM
Tekanan intake manifold aktual
Min.: 0 kPa
Maks.: 255 kPa
80 sampai 110 kPa: Switch pengapian ON (Mesin tidak dihidupkan)
20 sampai 40 kPa: Idling
-
Engine SPD
Putaran Mesin:
Min.: 0 rpm
Maks.: 16.383 rpm
700 sampai 800 rpm (posisi netral): Idling
-
Coolant Temp
Temperatur pendingin mesin
Min.: -40°C (-40,00°C)
Maks.: 215°C (215,00°C)
80° sampai 102 °C (176° sampai 101,67°C):
Setelah mesin dipanaskan:
Jika nilainya -30°C (-22°F) atau kurang: Sirkuit sensor open

Jika nilainya 120°C (120,00°C) atau lebih: Sirkuit sensor shorted
Intake Air Temp
Temperatur udara masuk:
Min.: -40°C (-40,00°C)
Maks.: 215°C (215,00°C)
Sama dengan temperatur sekitar
Jika nilainya -30°C (-22°F) atau kurang: Sirkuit sensor open

Jika nilainya 129°C (128,89°C) atau lebih: Sirkuit sensor shorted
Throttle POS
Sensor posisi throttle absolute:
Min.: 0 %
Maks.: 100 %
0 sampai 15 %: Thottle tertutup penuh

70 sampai 100 %: Katup throttle terbuka penuh
Baca nilainya dengan switch pengapian ON (Jangan menghidupkan mesin)
IDL SIG
Status posisi idling sensor posisi throttle:
ON atau OFF
ON: Thottle tertutup penuh

OFF: Throttle terbuka
-
Vehicle SPD
Kecepatan kendaraan
Min.: 0 km/jam
Maks.: 255 km/jam
Kecepatan kendaraan aktual
Kecepatan yang ditunjukkan pada speedometer
O2S B1 S1
Output voltase sensor heated oxygen untuk sensor 1:
Min.: 0 V
Maks.: 1,275 V
0.1 hingga 0,95 V:
Pengendaraan (50 km/jam, 31 mph)
-
O2FT B1 S1
Short-term fuel trim yang dihubungkan dengan sensor 1:
Min.: -100 %
Maks.: 100 %
-20 sampai 20 %
-100 sampai 0 Volume injeksi dikurangi
0 sampai 100 Volume injeksi ditambah
O2S B1 S2
Output voltase sensor oksigen untuk sensor 2:
Min.: 0 V
Maks.: 1,275 V
0.1 hingga 0,95 V:
Pengendaraan (50 km/jam, 31 mph)
-
O2FT B1 S2
Short-term fuel trim yang dihubungkan dengan sensor 2:
Min.: -100 %
Maks.: 100 %
10 sampai 70 %:
Putaran mesin tetap 2.500 rpm
-
Status O2S
Satus rasio udara-bahan dibanding dengan level stoichiometric:
Kurus atau Gemuk
Kurus atau Gemuk
-
Total FT #1
Total fuel trim:
Min.: 0,
Maks.: 2
0,5 sampai 1,4 Idling
Dibawah 1,0: Fuel trim untuk Kurus
1,0 atau lebih: Fuel trim untuk Gemuk
Trouble Code Flag
Status deteksi DTC:
ON atau OFF
OFF: Sistem normal
-
Voltase baterai
Voltase baterai:
Min.: 0 V
Maks.: 65,535 V
11 sampai 14 V
-
Elect Load SIG
Sinyal beban kelistrikan :
ON atau OFF
ON: Switch lampu tail ON

ON: Switch defogger ON
-
A/C SIG
Sinyal A/C :
ON atau OFF
ON: A/C ON
-
PS Signal
Sinyal Power Steering :
ON atau OFF
ON: Pada saat steering wheel dibelokkan
-
Stop Light SW
Sinyal lampu rem:
ON atau OFF
ON: Pada saat rem dioperasikan
-
Drive
Status dari posisi shift lever (dalam posisi D):
ON atau OFF
ON: Driving
-
VVT Position
Sudut penggantian VVT:
Min.: 0 °CA
Maks.: 160 °CA
0 sampai 5°CA Idling
0 sampai 10°CA: 3.000 rpm (kecepatan tetap)
-
VVT Request POS
Sudut bidikan VVT :
Min.: 0 °CA
Maks.: 160 °CA
0 sampai 5°CA Idling
0 sampai 10°CA: 3.000 rpm (kecepatan tetap)
-
VVT OCV Operation Duty
Duty ratio kontrol VVT:
Min.: 0 %
Maks.: 100 %
20 sampai 50 %: Idling
-
VVT Angle Converted Val.
Nilai konversi sudut VVT
Min.: 0°CA
Maks.: 160°CA
15 sampai 52°CA: Idling
-
Aliran Pembersih Evap
Duty ratio kontrol EVAP (Purge) VSV:
Min.: 0 %
Maks.: 100 %
0 %: Switch pengapian ON (Mesin tidak dihidupkan)
0 sampai 4 %: Idling
-
Purge corr. coefficient
Koefisien koreksi dari pembersih EVAP:
Min.: 0
Maks.: 0.5
0: Idling dengan pemanasan mesin
Pengurangan volume injeksi selama pemurnian EVAP
VF Monitor
Koreksi learned air-fuel ratio
Min.: 0,75 V
Maks.: 1,248 V
0,75 sampai 1,248 V




*1: Jika kondisi idling tidak sesuai spesifikasi, pindahkan shift lever ke posisi netral, matikan switch A/C dan matikan semua switch aksesori.

B. Active Test Toyota Avanza Dan Daihatsu Xenia

Lakukan Active Test agar memungkinkan komponen termasuk relay-relay, VSV (Vacuum Switching Valve) dan actuator, bekerja tanpa melepas part apapun. Active Test dapat dilakukan menggunakan intelligent tester. Lakukan Active Test sebagai langkah pertama dalam troubleshooting adalah salah satu metoda untuk memperpendek waktu diagnosa.

Data List bisa ditampilkan selama Active Test.
  • Hubungkan intelligent tester ke DLC3.
  • Putar switch pengapian ke-ON dan hidupkan tester ke-ON.
  • Pilih menu item berikut ini: Powertrain / Engine / Active Test.
  • Lakukan Active Test sesuai dengan tabel di bawah ini.
Yang perlu dilakukan sebelum melakukan Active Test


Display Tester
Pengujian Part
Range Kontrol
Catatan Diagnosis
EVAP VSV
Mengaktifkan kontrol VSV (EVAP)
ON atau OFF
-
Fuel Pump Relay
Kontrol kecepatan pompa bahan bahan bakar
ON atau OFF
-
IAC Step
Mengontrol posisi valve step dari Idle Speed Control (ISC)
Min.: 10 langkah, Maks.: 100 langkah
Kendaraan: Stasioner
Putaran Mesin: Idling
Voltase baterai: 8,5 V atau lebih
TE1 (TC)
Hubungkan EFIT dan E atau DLC3
ON atau OFF
-
RDFN 1 stage
Mengaktifkan motor fan radiator
ON atau OFF
-
VSL All
Mengaktifkan semua Vacuum Switching Valves (VSV)
ON atau OFF
-

0 Response to "Data List Dan Active Test Toyota Avanza Dan Daihatsu Xenia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel ( hapus sementara )

Iklan Tengah Artikel 1 ( hapus sementara )

Iklan Tengah Artikel 2 ( hapus sementara )

Iklan Bawah Artikel ( hapus sementara )