Fungsi Dan Cara Kerja Water Themperature Sensor ( WTS ) Serta Gejala Kerusakannya

lksotomotif.com - Mobil - mobil yang sudah menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection ( EFI ), dalam bekerjanya mengandalkan perangkat pengontrol ECU ( Elctronic Control Unit ). Pada mobil EFI, ECU berperan sangat penting untuk terus melakukan pengontrolan kerja mesin.

Saat bekerja, ECU membutuhkan data - data yang diperoleh dari setiap sensor agar ECU dapat memberikan sinyal yang sesuai ke aktuator. Diantaranya banyaknya sensor - sensor pada mesin EFI salah satunya yaitu water themperatur sensor ( WTS ).


Dalam penyebutannya sehari - hari water themperatur sensor sering disebut enggine coolant themperature sensor, ada juga lho yang menyebutnya themperatur hot water sensor. Pada intinya semuanya sama, biasanya yang membedakan penyebuatan adalah masing - masing pabrikan yang berbeda.

Fungsi Water Themperatur Sensor 

Fungsi water themperatur sensor pada mesin EFI adalah untuk mendeteksi suhu pada air pendingin ( enggine coolant ) yang berada di water jacket. Seperti kita ketahui bahwa suhu air pendingin mesin akan sangat berpengaruh terhadap unjuk kerja mesin. 

Sebagai contoh saat pagi hari yang mana kondisi air pendingin masih dingin. Kondisi ini akan dibaca oleh water themperatur sensor bahwa mesin dalam kondisi dingin dan memerlukan campuran udara yang gemuk jika akan dihidupkan. 

Water themperatur sensor akan mengirimkan data ini berbentuk sinyal ke ECU yang nantinya ECU akan memproses data tersebut dan memerintahkan kepada injektor agar waktu penyemprotannya diperlama ( agar bensin yang keluar banyak ). 

Cara Kerja Water Themperatur Sensor


Sama seperti pada kerja sensor - sensor yang lainnya, water themperature sensor bekerjanya mengandalkan tegangan output volt constans ( VC ) 5 Volt dari ECU. Tegangan sebesar 5 Volt ini akan menjadi inputan WTS yang nantinya akan diproses sesuai dengan suhu air pendingin yang aktual. 

Tegangan yang sudah diproses di WTS selanjutnya akan dikeluarkan menjadi tegangan output dan masuk kembali ke ECU. Data inilah yang dibutuhkan oleh ECU untuk mengetahui kondisi real suhu air pendingin pada mesin yang nantinya digunakan untuk memerintahkan aktuator agar bekerja sesuai dengan kondisi suhu mesin. 

Komponen yang terdapat didalam water themperature sensor adalah thermistor. Jenis thermistor yang digunakan pada sensor ini adalah jenis NTC ( negative themperatur coefisien ). 

Semakin dingin kondisi air pendingin maka tahanan pada thermistor semakin tinggi. Sebaliknya, semakin panas kondisi air pendingin maka semakin rendah tahanannya. 



Ketika resistansi termistor berubah karena perubahan suhu, fraksi tegangan supply melintasi termistor juga berubah menghasilkan tegangan output yang sebanding dengan fraksi resistansi seri total antara terminal output.

Dengan demikian rangkaian pembagi potensial adalah contoh dari resistansi sederhana terhadap konverter tegangan di mana resistansi termistor dikendalikan oleh suhu dengan tegangan output yang dihasilkan sebanding dengan suhu. Jadi semakin panas termistor, semakin rendah tegangannya.



Dengan demikian ini bisa menjadi rujukan bagi Anda untuk memeriksa kondisi water themperatur sensor dari gejala kerusakan. Pemeriksaan ini bisa menggunakan alat scan ( scan tools ) atau langsung mengukur hambatan dan tegangan menggunakan AVO meter. 

Dan yang terpenting dalam pemeriksaan ini adalah bandingkanlah hasil pengukuran dengan nilai standart yang tertera pada buku perbaikan ( manual book ). 

Lokasi Water Themperature Sensor

Sensor air pendingin ini biasanya terletak di dekat rumah termostat di intake manifold. Pada beberapa kendaraan, sensor pendingin mungkin terletak di kepala silinder, atau mungkin ada dua sensor pendingin (satu untuk setiap  silinder di mesin V6 atau V8) atau satu untuk ECU  dan satu lagi untuk kipas pendingin.


Sensor langsung dipasangkan  sehingga ujungnya akan bersentuhan langsung dengan air pendingin. Ini sangat penting untuk menghasilkan sinyal dengan kwalitas baik yang dibutuhkan ECU. Jika level cairan pendingin rendah ( berkurang ), ini dapat menghalangi sensor cairan pendingin untuk membaca secara akurat.

Gejala Kerusakan Water Themperature Sensor

Karena fungsinya yang sangat penting akan kinerja mesin, sensor pendingin yang rusak atau open sirkuit seringkali akan menyebabkan pada masalah emisi yang dikarenakan sensor akan tetap membaca mesin terus menerus dalam keaadan dingin. 

Sensor air pendingin yang buruk juga dapat menyebabkan peningkatan konsumsi bahan bakar yang semakin boros, dan dapat menyebabkan kendaraan gagal dalam uji emisi.

Ingatlah bahwa banyak masalah sensor pendingin lebih sering disebabkan oleh kesalahan kabel dan konektor yang kendor atau berkarat daripada kegagalan sensor itu sendiri.

Selain itu, kerusakan yang nyata dapat diketahui oleh pengemudi dengan melihat lampu indikator check enggine yang menyala pada saat mesin beroperasi.


Fault Codes Water Themperature Sensor

Berikut ini adalah fault codes ( kode kerusakan ) water themperatur sensor pada kendaraan yang masih menggunakan sistem OBD II.

P0115 .... Rangkaian Temperatur Pendingin Mesin
P0116 .... Rentang / Kinerja Sirkuit Temperatur Pendingin Engine
P0117 .... Rangkaian Suhu Pendingin Mesin Input Rendah
P0118 .... Rangkaian Suhu Pendingin Mesin Input Tinggi
P0119 .... Sirkuit Temperatur Pendingin Engine Intermittent


0 Response to "Fungsi Dan Cara Kerja Water Themperature Sensor ( WTS ) Serta Gejala Kerusakannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel ( hapus sementara )

Iklan Tengah Artikel 1 ( hapus sementara )

Iklan Tengah Artikel 2 ( hapus sementara )

Iklan Bawah Artikel ( hapus sementara )