Perbedaan ECU Standar, PiggyBack Dan ECU Stand Alone

perbedaan ecu standar, piggyback dan ecu stand alone


Pada mesin - mesin yang sudah menggunakan injeksi, semua pengontrolan dilakukan secara elektronik. Dengan demikian, maka dibutuhkanlah sebuah perangkat sebagai otaknya yang memproses semua informasi dari setiap sensor dan mengeluarkannya dalam bentuk output ke aktuator.


Otak yang mengatur semua manajemen pada mesin adalah ECU. ECU singkatan dari Electronic Control Unit, ada juga yang menyebutnya ECM ( Electronic Control Module ) dan kalau orang awam biasanya menyebutnya sebagai komputer. Semua nya sama dan tidak ada perbedaan, perbedaan nama biasanya pada setiap pabrikan.


Seperti pada gambar diatas, bahwa ECU bekerja tidak serta merta melakukan perintah ke aktuator. Melainkan harus ada inputan data dari setiap sensor. Dengan demikian, mesin akan bekerja sesuai dengan kondisi saat itu.

Macam-macam aktuator pada mesin Injeksi :

  • Coil Pengapian
  • Injektor
  • Idle Speed Control ( ISC )
  • Bost Control Turbo
  • Dll


Seiring dengan perkembangan teknologi pada bidang modifikasi kendaraan, perangkat - perangkat yang menyerupai ECU pun dibuat. Seperti PiggyBack dan ECU Stand Alone.

Lantas apa perbedaan  ECU standar, Piggy Back dan ECU Stand Alone ? Berikut ulasannya.


1. ECU Standar

ECU Standar
ECU Standar Mobil


ECU ( Electronic Control Unit ) standar adalah ECU bawaan kendaraan itu sendiri. ECU ini sudah diseting oleh pabrikan kendaraan tersebut dengan data yang sesuai untuk mendapatkan tenaga mesin yang baik  dengan efisiensi pemakaian bahan bakar yang maksimal. Setingan pabrikan ini mengedepankan keamanan kinerja mesin.

Jadi, kita tidak usah khawatir akan kerusakan mesin yang terjadi akibat kerusakan yang diakibatkan oleh data dari ECU. Jika pun rusak dan masih pada batas garansi, maka Anda bisa mengklaimnya. ECU standart tidak bisa diseting ulang ( tuning ), karena sifat datanya yang sudah tetap ( Fix ).

Dengan demikian, jika ingin mesin mobil Anda mengalami kenaikan maka jika hanya mengandalkan ECU standar itu akan sangat sulit. Kecuali Anda merubah beberapa spesifikasi beberapa komponen mesin.


2. PiggyBack

piggyback
piggyback

Beberapa pemilik kendaraan merasa kurang puas dengan semburan tenaga yang dihasilkan oleh mesin mobilnya. Maka salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendongkrak semburan tenaganya adalah dengan merubah data output dari ECU.

Maka diciptakanlah sebuah perangkat yang bernama PiggyBack. Secara harfiah, PiggyBack memiliki arti " minta di gendong ". Jadi fungsi PiggyBack secara garis besar adalah memanifulasi data dari dari ECU ke aktuator.


Seperti yang telah kami sebutkan diatas, bahwa PiggyBack " minta digendong" tidak akan bisa bekerja secara sendirian. PiggyBack masih mengandalkan ECU standar bawaan mobil dalam bekerjanya.

Seperti yang terlihat pada diagram gambar diatas, jika ECU standar mengalami malfungsi " lampu check enggine ON" karena soket sensor yang kendor atau sensor mengalami kerusakan maka kerja PiggyBack juga akan sia-sia.

Sederhananya cara kerja PiggyBack yaitu misal ECU mengirim sinyal ke aktuator agar bekerja 30%. Namun karena rangkaian aktuator tersebut telah di bypass oleh Piggyback dengan setingan 75% maka aktuator akan bekerja 75%. Secara normal seharusnya ECU akan mendeteksi terjadi malfungsi, namun karenanya adanya PiggyBack, maka ECU tidak mengetahui hal tersebut. Efeknya, performa kendaraan akan naik sesuai setingan tuner.

Kelemahan PiggyBack

  • Tuning masih terbatas
  • Masih ketergantungan oleh ECU, jadi pastikan ECU dalam kondisi sehat sebelum memasang PiggyBack

Kelebihan PiggyBack

  • Harga relatif murah
  • Proses Tuning mudah
  • Prakitan lebih cepat
  • Injektor Extender ( meningkatkan kinerja injektor )
  • Boost Control ( Untuk mesin - mesin yang menggunakan / dipasang Turbo )
  • Open limeter
Fitur - fitur yang diberikan oleh PiggyBack berbeda - beda tergantung brand mereknya. 

3. ECU Stand alone

ecu stand alone
Ecu stand alone

ECU standalone adalah ECU yang dibuat benar-benar dibuat untuk proses tuning yang bebas. Perbedaan signifikan dengan piggyback adalah ECU standalone tidak membutuhkan ECU standar dalam bekerjanya. 

Terkadang ECU standalone terkadang tidak memiliki feature yang lengkap sehingga ia masih membutuhkan ECU standar dengan cara pemasangannya di bypass. Hebatnya, ECU Standalone ini dapat dipasang diberagam kendaraan yang menggunakan sistem injeksi.


Jadi, jika diibaratkan ECU stand alone ini ibarat kaset kosong yang siap diisi data sesuai dengan keinginan tuner  tanpa memperdulikan ECU standar. 

Pada dasarnya, ECU stand alone dibagi mejadi  dua jenis, yakni close loop dan open loop. Pada tipe cloose loop, cara kerjanya mirip ECU standar. Karena, “Pengaturannya tak terlalu advance dan cara kerja programnya bersifat narrow band, artinya hanya bekerja maksimal dengan variasi setelan tertentu. Ini cocok digunakan untuk pemakaian harian. 

Sedangkan  pada tipe open loop, cara kerja programnya bersifat wide band, yang berarti memiliki variasi setelan yang lebih banyak. Ini cocok dibuat untuk performa mesin yang lebih baik dan umumnya dipakai buat balap,” jelas Ovi.

Kelemahan ECU Stand alone

  • Harganya relatif mahal
  • Pemasangannya rumit, sehingga membutuhkan waktu yang lama
  • Pengisian data harus benar dan  detail, ini hanya bisa dilakukan oleh tuner profesional, jika terjadi kesalahan bukan tidak mungkin mesin akan mengalami kerusakan

Kelebihan ECU Stand alone

  • Seting  hingga per RPM 100
  • Fuel Setup
  • Ignition Setup
  • Valve timing Setup
  • Auxiliary input ( channel untuk memberikan informasi ke ECU diluar mesin seperti gear position, G-force. Dll )
  • Data Log ( Merekam kerja mesin, seperti RPM, pengapian, pedal gas dan GPS )

0 Response to "Perbedaan ECU Standar, PiggyBack Dan ECU Stand Alone"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel