7 Kerusakan AC Mobil Yang Sering Terjadi Dan Cara Memperbaikinya

7 kerusakan ac pada mobil yang sering terjadi dan cara memperbaikinya


AC atau air conditioner adalah perangkat pendingin ruang kabin pada kendaraan. Tidak dapat dipungkiri, dengan adanya AC maka rasa kenyamanan berkendara semakin baik sehingga semua kendaraan - kendaraan baru sudah menggunakan beragam teknologi AC yang dapat menyesuain suhu kabin secara otomatis.

Secara umum, AC terbagi menjadi 2 jenis

  1. AC Dingin, AC jenis ini mengeluarkan suhu dingin pada ruang kabin. Mobil - mobil yang dijual dikawan Asia khususnya Indonesia lebih dominan menggunakan jenis AC ini. Ini karena iklim tropis yang lebih dominan.
  2. AC Hangat, AC hangat adalah AC yang mengeluarkan suhu hangat. Di Indonesia, AC jenis ini tidak pernah digunakan, karena memang tidak sesuai dengan iklim. AC hangat banyak digunakan pada mobil - mobil untuk wilayah Eropa dan Amerika yang memang mempunyai iklim dingin.
Pemakaian pada batas tertentu akan mengakibatkan AC menjadi rusak. Jika demikian, AC tidak akan bekerja sesuai dengan fungsi. Ini harus segera diambil tindakan perbaikan. 

Berikut ini adalah 7 gejala kerusakan AC pada mobil yang sering terjadi. 

1. Refrigeran Kurang


Pada kondisi ini terlihat gelaja-gelaja sebagai berikut :
a. Udara yang keluar dari sistem pendingin tidak terlalu dingin
b. Pada kaca pengintai di dryer terlihat banyak gelembung
c. Pemeriksaan pada manifold gauge :
  • Pengukur tekanan rendah : 0,077 kgf/cm2 ( 11 Psi, 78 kPa )
  • Pengukur tekanan tinggi : 8 kgf/cm2 ( 114 Psi, 882 kPa )
Adapun kemungkinan penyebabnya yaitu :
- Terdapat kebocoran pada siklus pendingin

Cara memperbaikinya :
- Periksa kebocoran dengan menggunakan detektor kebocoran dan perbaiki.

2. Pengisian Refrigeran Berlebihan 


Pada kondisi ini, terlihat gejala - gejala sebagai berikut :
a. Pendingin tidak maksimum
b. Pemeriksaan pada manifold gauge :
  • Pengukur tekanan rendah : 2,5 kgf/cm2 ( 36 psi, 245 kPa ), dan
  • pengukur tekanan tinggi : 20 kgf/cm2 (248 psi, 1.961 kPa )
Kemungkinan penyebabnya yaitu :
- Pengisian refrigeran terlalu berlebihan 
- Kondensor tidak bekerja dengan baik
- Kopling fluida kipas radiator mengalami slip
- Tali kipas kompresor kendor


3. Terdapat Udara Di Dalam Siklus


Pada kondisi ini, terlihat gejala sebagai berikut :
a. AC tidak terlalu dingin 
b. Pemeriksaan pada manifold gauge :
  • Pengukur tekanan rendah : 2,5 kgf/cm2 (36 psi, 245 kPa)
  • Pengukur tekanan tinggi : 23 kgf/cm2 (327 psi, 2.256 kPa)
Kemungkinan penyebabnya :
- Ada udara didalam siklus

Cara memperbaikinya :
- Periksa kotoran oli dan jumlah olinya
- Bila oli berwarna hitam ( kotor ), bersihkan dengan minyak tanah dan semprot dengan kompresor udara
- Lakukan penyedotan kevakuman kembali
- Ganti receiver.

4. Terdapat Uap Air di Dalam Siklus


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
a. Kadang dingin kadang tidak 
b. Pemeriksaan pada manifold gauge :

  • Pengukur tekanan rendah : 50 cmHg ( 0,67 kgf/cm2)
  • Pengukur tekanan tinggi : 7-15 kgf/cm2
Kemungkinan penyebabnya yaitu :
- Pada exspansion valve terjadi penyumbatan oleh gumpalan es

Cara memperbaikinya :
- Ganti receiver / dryer
- Lakukan pemompaan kevakuman untuk membuang uap air
- Perhatikan jumnlah refrigeran yang sesuai sewaktu pengisian dilakukan 

5. Refrigeran Tidak Bersilkulasi


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
a. AC tidak dingin
b. Pemeriksaan pada manifold gauge : 
  • Pengukur tekanan rendah : 76 cmHg ( sangat rendah)
  • Pengukur tekanan tinggi : 6 kgf/cm2 ( 85 psi/588 kPa )
Kemungkinan penyebabnya :
- Pada exspansion valve terjadi penyumbatan 

Cara memperbaikinya :
- Lepas expansion valve, bersihkan dan tes. Bila sudah rusak, ganti dengan yang baru
- Ganti receiver / driyer
- Perhatikan jumlah refrigeran yang sesuai pada saat dilakukan pengisian

6. Exspansion Valve Tidak Bekerja Dengan Baik


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
a. AC kurang dingin 
b. Pemeriksaan pada manifold gauge :
  • Pengukur tekanan rendah : 72,5 kgf/cm2 (36 Psi atau 245 kPa )
  • Pengukur tekanan tinggi : 19 - 20 kgf/cm2 (270 - 264 psi atau 1.863 - 1.961 kPa )
Kemungkinan penyebabnya yaitu :
- Exspansion valve rusak atau pemasangan heat sensitizing tube salah
- Penyetelan aliran tidak baik
- Terlalu banyak refrigeran dalam bentuk cair pada evaporator

Cara memperbaikinya :
- Periksa pemasangan heat sensitizing tube
- Periksa exspansion valve. Bila rusak ganti dengan yang baru.

7. Tidak Ada Kompresi Pada Kompressor 


Pada kondisi ini terlihat gejala sebagai berikut :
a. AC tidak dingin 
b. Pemeriksaan pada manifold gauge :
  • Pengukur tekanan rendah : terlalu tinggi 
  • Pengukur tekanan tinggi : terlalu rendah
Kemungkinan penyebabnya yaitu :
- Kompressor rusak 
- Katup kompressor rusak

Cara memperbaikinya :
- Bongkar dan perbaiki kompressor
- Ganti dengan jenis dan kapasitas yang sama.

Jika kerusakan sudah diperbaiki dan masalah yang ada sudah teratasi, maka lakukan perawatan dan pengguaan AC dan lakukan 10 kebiasan efektif agar pemakaian AC lebih efisien.

0 Response to "7 Kerusakan AC Mobil Yang Sering Terjadi Dan Cara Memperbaikinya"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel