Ini Yang Terjadi Pada Mesin Jika Diisi Oli Berlebihan



Untuk menunjang kinerja kerja mesin, maka komponen - komponen mesin harus dilumasi. Apalagi jika itu adalah mesin pembakaran dalam yang digunakan pada mobil. Mesin pada kendaraan memiliki dimensi yang berbeda - beda seperti beratnya, ukurannya dan CC. Selaras dengan hal tersebut, maka banyaknya oli pemulasan yang digunakan pada mesin juga berbeda - beda.

Kapasitas Oli Pada Setiap Mesin

Pada umumnya, mesin pada mobil membutuhkan sekitar 5 sampai 8 liter oli mesin. Mesin - mesin mobil kompak seperti sekarang ini dengan formulasi 4 silinder rata-rata membutuhkan oli mesin kurang dari 5 liter.

Berbeda dengan mesin truk dengan yang mempunyai jumlah silinder 8,  mungkin membutuhkan oli mesin sebanyak 7 liter. Ini wajar, karena bentuk dimensi mesin yang besar serta banyaknya lubang-lubang pelumasan.

Selain itu, kapasitas oli pada mobil yang produksi terbaru mungkin lebih banyak  dari beberapa dekade yang lalu karena produsen mobil berusaha meningkatkan jumlah jarak tempuh di antara interval servis. Ketika mesin mempunyai jumlah pelumas yang lebih tinggi, secara teori ini akan membutuhkan waktu lebih lama bagi mesin untuk mengalami kerusakan.

Minyak adalah darah kendaraan. Ini berfungsi mencegah mesin dari panas berlebih dengan mengurangi jumlah gesekan yang dihasilkan dari komponen - komponen yang bergerak. Walaupun ada sistem pendingin di dalam kendaraan untuk membantu menurunkan panas mesin, oli adalah bahan utama untuk menjaga agar bagian dalam mesin tidak terlalu panas.

Kita mungkin tahu akan bahaya yang diterima oleh mesin jika ia kekurangan oli. Lantas apa yang terjadi jika ternyata oli pada mesin terlalu banyak ?

Dampak Buruk Ketika Mesin Diisi Oli Berlebih

Pada umumnya penggantian oli mesin dilakukan dengan interval jarak tempuh per 5000 Km hingga 10.000 Km. Bahkan dibeberapa kendaraan baru interval penggantiannya bisa mencapai jarak 15.000 Km. Ada beberapa pemilikiran yang salah oleh para pemula pemilik kendaraan bahwa dengan mengisi oli lebih banyak dari yang ditentukan akan memungkinkan komponen yang dilumasi lebih banyak. Ini adalah sesuatu yang keliru dan harus segera diperbaiki.

Faktanya, pelumas yang diisi berlebih ke mesin sebenarya dapat menyebabkan sebaliknya. Alih-alih melumasi komponen secara menyeluruh, oli justru sama sekali tidak dapat melumasi komponen dengan baik.

Ketika didalam mesin terdapat terlalu banyak oli, maka putaran poros akan menyebabkan oli bersentuhan dengan udara. Akibatnya oli akan menjadi berbusa dan busa tersebut akan ikut bersirkulasi dengan oli.

Seperti kita ketahui bahwa busa merupakan kumpulan dari gelembung udara - udara kecil. Udara tersebut dapat mengakibatkan terhambatnya sirkulasi oli ketika melewati komponen mesin sehingga ini akan memperlambat waktu pendinginan untuk membuang panas.

Buruknya lagi, bahwa udara mungkin saja mengnadung partikel - partikel kecil serta puing - puing yang kemudian masuk kedalam minya. Ini artinya, oli mesin sudah terkontaminasi dan akan mengurangi efektifitasnya dalam melumasi mesin.

Jadi pada kesimpulan awal bahwa kelebihan pelumas pada mesin akan memperburuk sistem pelumasan dan ini harus anda perhatikan saat mengisi oli pada mesin.


Mengetahui Kuantitas ( Level ) Oli Pada Mesin


Cara terbaik untuk mengetahui apakah mesin anda terlalu banyak oli  adalah dengan mengecek level oli  dengan dipstick ( stik oli ). Kebanyakan orang menggunakan ini untuk memastikan mereka memiliki cukup oli, tetapi Anda juga dapat menggunakannya untuk memastikan apakah mesin tidak kelebihan oli pelumas.

Harus ada tanda pada dipstick yang mengindikasikan "MIN" dan "MAX" (atau variasi serupa). Biasanya, Anda ingin level oli mencapai di antara dua tanda dipstick tersebut. Tetapi jika level oli melewati “MAX,” berarti mesin anda  memiliki terlalu banyak oli.

Kami sudah pernah membahas mengenai cara memeriksa oli yang benar pada artikel sebelumnya Memeriksa Kwalitas Dan Kwantitas Oli Pada Mesin.

Beberapa mobil baru buatan eropa rata - rata saat ini sudah tidak dilengkapi dengan stik oli Sebagai gantinya, sensor akan memberi tahu pemilik melalui pesan di cluster instrumen  jika  memiliki terlalu sedikit atau terlalu banyak oli.

Jadi, apa yang Anda lakukan ketika Anda memiliki terlalu banyak minyak? Satu-satunya hal yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi oli dari mesin. Anda dapat melakukan ini dengan pergi ke bengkel mobil atau Anda dapat melakukannya sendiri. Jika Anda sudah tahu cara mengganti oli, maka Anda sudah terbiasa dengan proses cara mengeringkannya.


Pertama-tama Anda perlu menemukan baut pembuangan di bawah mesin di bawah panci minyak. Ini akan mengharuskan Anda untuk menggerakkan ban depan naik atau menaiki kendaraan Anda. Posisikan wadah di bawah sumbat saluran dan buka sumbat drain sehingga sebagian oli mengalir ke wadah sebelum mengencangkan sumbat saluran kembali.

Mengurangi oli sedikit saja sepertinya itu akan sulit, lebih baik anda buang semua oli yang ada di mesin. Setelah itu isi kembali oli tersebut atau dengan oli baru sesuai dengan takaran yang sudah ditentukan oleh pabrikan.

0 Response to "Ini Yang Terjadi Pada Mesin Jika Diisi Oli Berlebihan "

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel