Perbedaan Wastegate Internal Dan Wastegate Exsternal Pada Mesin Turbo

Turbocharging adalah cara terbaik yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan untuk meningkatkan efisiensi volumetrik ( masuknya udara ke dalam silinder per satuan detik ) ke ruang bakar. Walaupun demikian, turbocharge harus dikontrol agar tidak berputar pada kecepatan diluar batas yang diinginkan.

Untuk mengontrol putaran turbo maka dibutuhkanlah Wastegate ( katup pembuangan gas ). Wastegate bekerja secara sederhanya, yaitu membuang udara berlebih keluar untuk mencegah turbo berputar pada batas kecepatan.

Ini sangat berpengaruh terhadap level boost ( tingkat dorongan )  udara yang masuk kedalam ruang bakar. Level boost yang terlalu tinggi melebihi batas aman  menyebabkan turbo overheating, kerusakan mesin, dan sejumlah efek samping lain.
Diagram  Wastegate Valve internal

Wastegate hanya mengatur tekanan yang masuk ke turbo. Setelah batas tekanan  (misalnyakan 7 PSI) tercapai, tekanan dalam sistem mengakibatkan  wastegate  membuka dan gas buang yang tidak perlu akan dialihkan baik langsung kembali ke knalpot atau ke atmosfer.

Jenis - Jenis Wastegate

Ada dua jenis  wastegate  yang digunakan saat ini pada turbocharger  yaitu :

1. Wastegate internal

Wastegate internal adalah katup flapper kecil yang dipasang didalam rumah turbin pada turbocharger. Katupnya melekat pada poros yang dikendalikan oleh aktuator pneumatik. Ketika aktuator mendapat tekanan udara yang ditentukan, aktuator akan bergerak menekan poros yang diteruskan ke katup wastegate sehingga menjadi terbuka. 

Port yang terbuka akan menyediakan jalur bagi gas buang untuk terbuang keluar tanpa harus melewati turbocharger. Gas buang akan langsung keluar menuju knalpot. Wastegate jenis internal ini banyak dipilih oleh hampir semua pabrikan kendaraan sebagai bawaan standar tubrocharger.  

 



2. Wastegate Eksternal


Konfigurasi lainnya adalah wastegate eksternal. Katup ini terpisah dari turbocharger, dan biasanya terpasang langsung secara bypas antara exhaust manifold sebelum turbo ke pipa kenalpot setelah turbo. 

Sama seperti tipe internal, pada tipe external ini juga bekerja berdasarkan aktuator. Aktuator akan bekerja dan terbuka ketika mendapatkan tekanan tertentu.  Ketika tingkat tekanan  yang diinginkan tercapai, wastegate terbuka dan memungkinkan gas buang keluar dari manifold sebelum memasuki turbocharger. Gas-gas ini kemudian dibuang ke atmosfer, atau dialihkan kembali ke sistem pembuangan.


Alih - alih membuang gas kembali masuk ke pipa  knalpot, ada juga tipe wastegate yang langsung mengeluarkan gas buang ke luar atmosfer. Membuang gas yang tidak diinginkan dari sistem pembuangan secara penuh  dapat secara dramatis meningkatkan laju aliran udara, yang selanjutnya menyebabkan peningkatan besar-besaran dalam daya turbocharger untuk kendaraan Anda. Aplikasi ini seperti pada gambar dibawah.


Namun, semburan tenaga yang besar ini harus Anda bayar mahal. Secara harga eksternal wastegate lebih mahal dibanding internal wastegate. Pemasangannya juga  lebih sulit dan menyita waktu, serta  membutuhkan pipa yang lebih besar untuk dipasang. 

Melepaskan gas ke atmosfer juga dapat menyebabkan kendaraan Anda melanggar batas emisi yang ketat, terutama di daerah perkotaan. Dengan demikian wastegate ini sangat cocok diterapkan untuk kendaraan - kendaraan berkinerja tinggi yang tidak digunakan untuk perjalanan sehari - hari. Ya bisa dibilang cocok untuk kendaraan - kendaraan balap. 

0 Response to "Perbedaan Wastegate Internal Dan Wastegate Exsternal Pada Mesin Turbo"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel