Mengenal Teknologi TOD ( Torque On Demand ) Pada Mobil Berpenggerak 4WD

tranfer case TOD pada mobil


Mobil berpenggrak for  wheel drive (4WD) akan menyalurkan tenaga dari mesin ke stiap roda sesuai dengan kebutuhan. Pada dasarnya jika mobil 4WD hanya menyalurkan tenaga ke roda belakang maka basic penggerak mobilnya adalah RWD ( Rear Wheel Drive ), atau sebaliknya hanya dua roda depan maka basic penggeraknya adalah FWD ( Front Wheel Drive ). Maka untuk menggerakkan kesemua roda dibutuhkanlah sebuah transfer case atau yang menyerupainya yang akan mengirim tenaga ke semua roda.


Kebanyakan sistem penggerak all whee drive (AWD) benar benar menyediakan 4WD hanya saat diperlukan saja, tidak sepanjang waktu.  Hal itu juga terjadi pada beberapa sistem “Full time 4WD”.  Terdapat keuntungan pada performa dan handling jika mobil beroperasi dengan power pada keempat roda sepanjang waktu.


Apa Itu TOD ( Torque On Demand ) ? 

Teknologi  TOD (Torque On Demand) adalah jenis pembagi tenaga ke semua roda yang mana teknologi ini lebih unggul dibanding jenis penggerak 4WD Full Time.  Trademarknya berasal  dari Borg Warner USA.  Rasio distribusi Torsi mesin yang optimal antara bagian depan dan belakang dikontrol oleh TOD transfer case yang mana ini disesuiakan dengan permukaan jalan, kondisi berkendara yang diukur oleh sensor serta situai dan kondisi.

Transfer case ini dioperasikan dan dikontrol oleh sebuah modul control  yang berdiri sendiri, yaitu, TCCM (transfer case control module) dan biasanya modul ini terletak di area dekat pengemudi.




Rasio putaran yang diberikan oleh transmisi untuk  roda depan dan belakang  depan dan belakang tidak pernah tetap / tidak fix , ini akan diubah dan dikontrol secara terus menerus tergantung dari kondisi jalan dan cara mengemudi mobil tersebut.


Cara Kerja TOD ( Torque On Demand )


diagram TCCM
Diagram TCCM
TOD akan  menerima sinyal kecepatan dari sensor kecepatan yang terpasang pada axle depan dan axle belakang, sinyal TPS ( Throtle Position Sensor ) dari mesin, dan sinyal pengoperasian dari unit kontrol ABS melalui metode Control Area Networking ( CAN ). Berdasarkan data ini, unit kontrol TOD akan mengontrol kopling elektro-magnetik yang ada di transfer case  untuk mendistribusikan tenaga penggerak  dengan kisaran A : B ( 3:97 ~ 44:56  ) A adalah roda depan, sedangkan B adalah roda belakang.

Pada dasarnya rasio split torsi akan diberikan sebesar 0:100 ( seluruhnya di transfer ke penggerak roda belakang ) pada posisi Front Enggine Rear Drive pada saat berjalan dengan kecepatan mobil rendah dan menengah.  Jika terjadi slip pada roda belakang  maka transfer case akan mendistribusikan torsi  ke roda depan untuk mendapatkan performa berkendara yang stabil.

Pada saat digunakan dijalan beraspal dengan kecepatan tinggi seperti pada jalan tol yang mana menggunakan penggerak roda belakang. Pada kondisi seperi itu, beberapa torsi juga didistribusikan ke roda depan sehingga kendaraan dapat mempertahankan gaya geseknya pada roda depan terhadap dorongan angin dari samping atau dalam kondisi hujan. Nilai rasio distribusinya berkisar 15% untuk roda depan dan 85% untuk roda belakang.

Begitu juga saat kendaraan menikung pada jalan yang licin seperti jalan beraspal yang berair atau jalanan bersalju, maka torsi akan ditransfer pada roda yang mengalami gaya gesek besar ( roda yang tidak mengalami slip). Pada kondisi ini, pembagian rasio tosinya adalah 70% untuk roda belakang dan 30% untuk roda depan.

Saat mobil melaju pada jalan menanjak yang terjal dengan tingkat gaya gesek yang rendah, maka untuk menghasilkan grip yang besar pada setiap roda adalah membagi rasio sama besar dengan menghidupkan mode 4WD penuh. Rasio distribusinya yaitu 50% untuk roda depan dan 50% untuk roda belakang.

Manfaat Dan Karakteristik TOD ( Torque On Demand )


  1. Konsumsi bahan bakar lebih baik selama berkendara dengan 4WD karena distribusi torsi yang tepat dan optimal antara roda depan dan belakang. 
  2. Memaksimalkan gaya yang ada di roda terhadap jalan dapat tercapai, karena adanya elektronik control yang tergantung pada kondisi jalan. 
  3. Beban yang ringan dibandingkan dengan sistem jenis yang lain. 
  4. Struktur internal yang sederhana.
  5. Performa driving dan stabilitas steering pada jalan off-road atau jalan raya yang sangat bagus. 
  6. Mudah dihandle dan dikontrol karena adanya electronic control system.
  7. Efisiensi cara kerja ABS ditingkatkan karena adanya sistem yang mudah dikonfigurasikan dengan sistem ABS. 
  8. Center diferensial ‘free’ dan ‘locking’ dikontrol oleh TCCM, maka center diferensial tidak diperlukan dan pengereman yang terjadi pada belokan dapat dicegah.

0 Response to "Mengenal Teknologi TOD ( Torque On Demand ) Pada Mobil Berpenggerak 4WD"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel